Bandoeng Tempo Doeloe
 
 
 

Halaman Utama --> Identitas Kota--> Kawasan Braga

Kawasan Braga

 

Wilayah Alun-alun, Merdika Lio, Balubur, Coblong, Dago, Bumiwangi dan Maribaya sekarang, pada awal tahun 1800 terhubung dengan jalan-jalan setapak ke Jalan braga. Saat ini jalur lalu lalang itu berhubungan dengan jalan tradisional pada masa Kerajaan Padjadjaran, yang melintasi Sumedanglarang dan Wanayasa. Angkutan penumpang dan hasil bumi, khususnya kopi dari Gudang Kopi (Sekarang Balai Kota) banyak memanfaatkan jalan tersebut.

Alat angkut umum yang dipergunakan pada saat itu adalah pedati, sehingga jalan itu disebut Karrenweg yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama Pedatiweg yang saat ini disebut sebagai Jalan Braga.


Beberapa warung berdinding bambu dengan atap rumbia dan rumah-rumah yang agak besar telah ada di sepanjang Pedatiweg pada tahun 1874, kemudian menyusul sebuah toko kecil, yang diikuti enam toko lainnya pada tahun 1894.

Asal-usul nama Braga sendiri masih tidak jelas sampai saat ini. Perubahan nama Pedatiweg menjadi Bragaweg mungkin akibat ketenaran Toneelvereniging Braga, yang didirikan di Pedatiweg, pada tanggal 18 Juni 1882, oleh Asisten Resimen Priangan, Pieter Sijthoff. Kemungkinan lain, nama Braga berasal dari kata Ngabaraga yang artinya "berjalan di sepanjang sungai" yang memang letaknya berdampingan dengan sungai Cikapundung.

 

next

by : Sudarsono katam /Lulus Abadi