Bandoeng Tempo Doeloe
 
 
 

 

Halaman Utama --> Makam--2

Makam



Kerkhof Engelbert.V.Bevervoordeweg (sekarang pasar bunga Jln Wastukancana dan UNISBA di Jln Tamansari pada tahun 1930-an. Pemakaman ini sudah tidak dipergunakan lagi sejak tahun 1950-an
dan mulai dibongkar pada tahun 1960.


Sejak tahun 1917, pemakaman jenazah harus dilakukan di tempat yang ditetapkan sebagai pemakaman. Makam warga Belanda dipindahkan dari Kuburan Sentiong ke Kebon Jahe di Nieuwe Kerkhofweg (Sekarang Gor Padjadjaran). Makam warga Tionghoa (Bong) dipindahkan ke Gg. Babakan Tjiamis. Makam Astana Anyar (Kuburan Baru) dibangun pada tahun 1917 untuk warga Bandung yang beragama Islam. Makam yang dibangun setelah itu antara lain, Kerkhof di Engelbert V Bevervoordeweg (sekarang pasar bunga di Jln Wastukencana dan Universitas Islam Bandung di Jln Taman Sari,Kerkhof Pandoe (1932) di Pandoeweg (Jln Pandu), Kuburan Sirnaraga (1920) di Burgemeesters Coopsweg (Jln Padjadjaran), Kuburan Cina Tjikadoet, Kuburan Cikutra (1946), dan kuburan Karang Anyar untuk para priyayi Bandung.

 

Iring-iringan pengantar jenazah di (Grote Postweg) menggunakan kereta jenazah hitam yang dihela kuda berjubah hitam berjalan menuju kuburan Tjikadoet (1934)

Jenazah diantarkan ke pemakaman dengan cara diusung atau menggunakan kereta jenazah. Perkumpulan masyarakat yang dipimpin oleh Pieter Sijthoff menyediakan kereta jenazah model ranjang kuno berkelambu hitam, beroda empat dan dihela empat ekor kuda putih. Bupati Bandung menyediakan kereta jenazah mewah yang mirip dengan kereta kencana untuk upacara perkawinan. Dua pengawalnya berseragam seperti pasukan Turki, bertopi Torbus dan berpedang melengkung seperti Aladin. Saisnya berjas merah dengan celana putih, bertopi tinggi tetapi bertelanjang kaki.




 

Perusahaan tertua yang melayani jasa pemakaman di Bandung di antaranya adalah PERMABA. Alat angkut jenazah mula-mula adalah kereta jenazah yang dihela kuda, dan akhirnya menggunakan mobil jenazah berwarna hitam bertuliskan putih. Saat ini mobil jenazah berwarna putih dengan tulisan warna biru.

previous<>next
by : Sudarsono katam /Lulus Abadi