
De Preangerbode, yang terbit sejak tahun 1896 hingga awal tahun 1950-an merupakan salah satu media cetak tertua di Bandung. Abdul Muis, pengarang buku Salah Asuhan bekerja sebagai wartawan De Preangerbode ketika dia masih bermukim di Bandung.
Salah satu media cetak berbahasa Sunda tertua di Bandung adalah harian Sipetahoenan. Harian yang diterbitkan pada tahun 1924 ini semula berbentuk mengguan sebelum akhirnya menjadi harian umum - diterbitkan oleh Pagoejoeban Pasoendan di Tasikmalaya,tetapi kemudian pindah dan dibesarkan di Bandung hinggal tahun 1942. Setelah vakum, harian ini diterbitkan kembali oleh Pengharepan Baru di Bandung dengan nama Sipatahunan pada tahun 1969 hingga tahun 1980-an

Iklan AID (Algemeen Indisch Daagblad) untuk promosi
media cetak terbitannya.

Iklan harian berbahasa Sunda, Sipetahoenan (1939)
Media cetak yang berperan dalam pergerakan kebangkitan nasional atau dikelola oleh tokoh pergerakan nasional, antar alain harian De Express, Majalah Fikiran Rakjat, Soeloeh Indonesia Moeda , Persatoean Indonesia , Kaoem Moeda, dan Tjahaja.
De Express diterbitkan oleh "Tiga Serangkai" Ki Hajar Dewantara, dr.Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Douwes Dekker (1914). Fikiran Rakjat (1932), Soeloeh Indonesia Moeda dan Persatoean Indonesia diterbitkan Ir. Soekarno. Harian Kaoem Moeda (1914) adalah tempat bekerja wartawan W.R.Soepratman ketika tinggal di Bandung. Harian Tjahaja didirikan oleh R. Otto Iskandar Dinata pada tahun 1942.
by : Sudarsono katam /Lulus Abadi