Media Massa elektronik dan cetak berkembang dengan sangat mengesankan di Kota Bandung.Beberapa media massa itu sedemikian bersejarahnya karena media massa elektronik yang pertama di Hindia Belanda. Stasiun penyiaran radio telah cukup maju pada tahun 1930-an Sebuah siaran bersejarah yang mengumandangkan pesan terakhir sebagai salam perpisahan di radio NIROM, merupakan penyerahan kekalahan Angkatan Bersenjata Hindia Belanda dari Tentara Jepang di Bandung.
Beragam media massa cetak telah ada di Kota Bandung, mulai dari surat kabar, majalah umum, hingga majalah profesi. Media-media massa itu menggunakan Bahasa Belanda, Bahasa Sunda, dan Bahasa Indonesia- pada saat itu masih disebut Bahasa Melayu.
Berbagai media cetak yang telah ada sangat berperanan dalam gerakan kebangkitan nasional yang dipelopori oleh para tokoh pergerakan Nasional.
Media Massa pada saat itu antara lain: