Bandoeng Tempo Doeloe
 
 
 

Halaman Utama -->Media Massa--> Radio Siaran

Radio Siaran

 


Gedung stasiun radio NIROM di Ciumbuleuit

Sebuah studio siaran radio mulai mengudara di Bandung atas prakarsa seorang ahli tehnik bernama J.G.Prins dan kawan-kawannya pada tanggal 15 April 1926. Studio siaran terletak di ruang atas gedung percetakan Vorkink dan diberi nama Bandoengsche Radio Vereeniging (BRV) yang merupakan studio siaran radio pertama di Bandung. Pada tahun 1929, BRV mengalami kesulitan dana sehingga diambil alih oleh Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij (NIROM). Siaran NIROM semula mengudara dari studio di belakang Gedung Nederlandsch Indische Levensverzekeringen Lijfrente Mij (NILLMIJ) di Alun-alun bandung dan kemudian dipindahkan ke Jl. Bukittuggul Ciumbuleuit hingga tahun 1942.

Pada tanggal 8 Maret 1942, NIROM resmi menghentikan siarannya dengan pesan terakhir, "Wij Sluten nu. Vaarwel tot betere tijden ! Leve de Koningin." NIROM mengakhiri siaran itu dengan iringan lagu Wilhelmus pada akhir acara. Pemerintah Hindia Belanda resmi menyerah kepada tentara Jepang pada tanggal 18 Maret 1942. Polisi Militer Jepang, Kenpei Tai, menutup NIROM dan menangkapi para personelnya, bahkan memancung kepala mereka di Ancol, Jakarta pada tanggal 7 April 1942.


Stiduo Radio VORL di bagian belakang
Hollandsch Inlandsche Schoole
(HIS) tahun 1935

Pada tanggal 30 April 1935, Radio VORL (Vereeniging voor Oostersche Radio Luistenaars atau Perhimpunan Pendengar Radio Ketimuran) mulai mengudara di Bandung. Materi siaran ditujukan untuk menjaga derajat kesenian Timur pada umumnya dan khususnya kesenian Sunda.

Pengurus VORL, antara lain Bupati Bandung R.T.Hasan Soemadipradja,lalu R.H.A.A.M. Wiranatakoesoemah V dan R Otto Iskandar dinata.

>next


by : Sudarsono katam /Lulus Abadi