
Kompleks perkantoran dan pengolahan teh
di Perkebunan Teh Malabar

Bangunan pemancar radio telegraf dan
radio telepon di kaki Gunung Malabar (1920-an)
Radio elektro magnetik dipergunakan pertama kali di Hindia Belanda pada tanggal 23 Oktober 1856 ditandai dengan pengiriman telegraf oleh Kepala dinas Telegraf di Batavia (Jakarta), Ir. Groll, yang ditujukan untuk Gubernur Jendral Hindia Belanda C.F. Pahud di Buitenzorg (Bogor). Komunikasi telegraf melalui kabel laut telah mencapai Singapura, Penang, Australia, dan Kepulauan Cocos keling pada tahun 1908.
Percobaan komunikasi radio telegraf dengan pesawat penerima di Tjangkring, di kaki Gunung Malabar, dilakukan pada tahun 1916. Pesawat penerima itu dapat menangkap sinyal dari stasiun pemancar telegraf di negara-negara Eropa pada tahun 1917. Kemudian, peralatan pemancar radio telegraf langsung dipesan ke Telefunken Jerman. Pesanan peralatan pemancar radio telegraf itu baru tiba tahun 1919 karena mengalami beberapa hambatan. Pada tahun 1922, antena gunung radio telegraf yang menjulang setinggi 250-750 m didirikan di lembah Gunung malabar. Anten itu merupakan antena tertinggi di dunia pada saat itu.
Sistem komunikasi radio antar benua di Bandung dan Indonesia pada umumnya boleh dikatakan berawal dari pendirian pemancar radio telegraf di lembah Gunung Malabar oleh Ir.G.J.de Groot. Sambungan pertama radio telegraf antara Hindia Belanda dan Nederland terjadi pada tanggal 5 Mei 1923.
>next
by : Sudarsono katam /Lulus Abadi