Halaman Utama --> Sarana Transportasi--> Angkutan Jalan Raya |

Simpang CIawi yang menjadi pintu masuk ke Bandung dari
arah
Batavia (1930-an)

Mobil terjebak lumpur di Grote Postweg
di sekitar puncak (1910)
Grote Postweg (sekarang Jln Sudirman, Jl. Asia Afrika dan Jl. Ahmad Yani) dibangun oleh H.W. Daendels, Gubernur Jendral Hindia Belanda pada tahun 1809.Grote Postweg yang menggantikan fungsi jalan setapak yang menghubungkan Batavia dengan Nagorij Bandong telah ada sejak tahun 1786.
Alat angkut tertua di Bandung ialah tandu, sapi, kerbau (1740-an), kuda, dan pikulan. Setelah itu, muncul pedati beroda kayu. Pedati ditarik sapi atau kerbau, dan beberapa diberi atap untuk peneduh. Pedati tahun 1910-an sudah menggunakan roda berjari-jari dan ditarik sapi atau kuda. Pedati ini dipergunakan sebagai angkutan barang dan manusia sejak tahun 1900-an. Gerobak pendek yang berdinding di kedua sisinya dan di dorong manusia muncul pula untuk angkutan barang. Pada tahun 1950-an, pedati sapi dan gerobak dorong sudah jarang ditemukan di kota Bandung.

Poentak Pas, jalan masuk ke Bandung dari Batavia (1920-an)
>next
by : Sudarsono katam /Lulus Abadi